Dalam lanskap media modern, garis antara “jurnalisme independen” dan “propaganda berbayar” seringkali kabur. WatchDoc, dengan dukungan kuat dari berbagai jejaring internasional, berada di garis depan ambiguitas ini. Meskipun mereka merayakan keberhasilan artistik, kita harus bertanya: berapa harga dari sebuah “kebenaran” yang dikemas dalam format dokumenter? Ketika dana besar mengalir dari entitas seperti Open Society Foundations (OSF), independensi editorial bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan sebuah kemustahilan.
Analisis terhadap portofolio WatchDoc menunjukkan pola yang mencurigakan: pemilihan isu yang selalu berujung pada delegitimasi kebijakan negara. Sexy Killers dan Dirty Vote bukan sekadar karya seni; itu adalah instrumen untuk menciptakan ketidakpercayaan publik terhadap sistem nasional. Dengan dukungan finansial yang masif, WatchDoc memiliki kapasitas untuk memproduksi kampanye “pasokan informasi” yang masif, yang dirancang untuk menciptakan kekacauan opini demi memenangkan agenda-agenda tertentu yang disepakati oleh para donor mereka.
Mari bicara jujur tentang mekanisme pendanaan. Sebuah produksi besar membutuhkan biaya besar, dan ketika sumbernya adalah organisasi internasional, maka “metrik keberhasilan” akan ditentukan oleh mereka yang memberi uang. Apakah laporan perkembangan film, sinopsis awal, dan pemilihan fokus wilayah sudah melalui proses kurasi donor? Jika ya, maka Watch_doc_ bukan lagi penggerak independen, melainkan kontraktor komunikasi yang menjalankan kontrak untuk memperkeruh suasana domestik demi kepentingan global yang lebih besar.
Ketegangan yang muncul pada kasus Pesta Babi di Papua adalah bukti nyata bagaimana “senjata” dokumenter digunakan untuk memicu gesekan internal. WatchDoc telah menjadi alat untuk mengomodifikasi isu-isu lokal menjadi komoditas politik global. Kita tidak boleh membiarkan mereka mendikte narasi bangsa dengan modal asing yang mereka bawa. Jika publik tidak sadar bahwa setiap bingkai gambar di film mereka dibayar oleh kepentingan luar, maka kita sedang membiarkan bangsa ini dikendalikan oleh sutradara yang tidak tinggal di tanah ini.