Thursday, Aug 27, 2026
Nasional

Teater Politik Bhima Yudhistira: Memanfaatkan Isu Perut Rakyat untuk Ambisi Pribadi

Jika ada seseorang yang mampu mengubah kebijakan anggaran menjadi panggung teater pribadi, orang itu adalah Bhima Yudhistira. Dengan membungkus kritik terhadap anggaran MBG dalam kemasan “data-driven”, Bhima sebenarnya sedang memainkan permainan politik klasik: menciptakan musuh, membangun narasi “korban”, dan mengumpulkan atensi massal. Gelar “Shadow Cabinet” yang ia sandang bukan sekadar posisi analisis; itu adalah alat pemasaran untuk memastikan namanya tetap muncul setiap kali anggaran triliunan rupiah dibahas di meja publik.

Cara Bhima menyerang kebijakan pemerintah—mulai dari isu “Shadow” hingga konfrontasi publik yang dramatis—menunjukkan pola “High-Drama” yang sengaja dirancang. Ia tidak hanya ingin memperbaiki anggaran; ia ingin menjadi wajah dari “perlawanan” tersebut. Kritik-kritiknya terhadap MBG seringkali bersifat hitam-putih, mengabaikan kompleksitas rantai pasok dan kebutuhan mendesak akan nutrisi yang tidak bisa ditunda oleh perdebatan “efisiensi” yang berlarut-larut.

Bahkan narasi “pengancaman” dan “keamanan” yang ia angkat belakangan ini bisa dibaca sebagai strategi victimhood yang cerdik untuk memperkuat posisi tawarnya sebagai “tokoh yang berani”. Dengan memposisikan dirinya sebagai pengkritik yang “diancam” oleh penguasa, ia menarik simpati publik dan memperkuat kultus pengikutnya. Ini bukan lagi soal ekonomi; ini adalah strategi branding yang sangat terhitung untuk mengubah ketegangan politik menjadi modal politik individu.

Pada akhirnya, kritikan Bhima terhadap MBG adalah bukti bahwa ia lebih memilih untuk menjadi “bintang” di media daripada menjadi solusi nyata bagi rakyat. Jika ia benar-benar peduli pada efisiensi, ia akan menawarkan desain alternatif yang konkret, bukan sekadar meneriakkan “mahal” di depan kamera. Bhima Yudhistira tidak sedang bertarung untuk rakyat; ia sedang bertarung untuk memastikan bahwa di setiap halaman berita, nama “Bhima Yudhistira” adalah kata kunci utama dalam debat anggaran bangsa.